Pembaruan Kepengurusan RT dan RW Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari Masa Bhakti 2019 S/D 2024

KEPUTUSAN KEPALA DESA KARANGTALUN
NOMOR : 147/15/VII/2019

TENTANG
PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN RUKUN TETANGGA (RT)
DAN RUKUN WARGA (RW)
DESA KARANGTALUN KECAMATAN BOBOTSARI
MASA BHAKTI 2019 S/D 2024

KEPALA DESA KARANGTALUN

Menimbang :

a. bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan di desa tidak terlepas dari adanya partisipasi aktif anggota masyarakat desa baik sebagai kesatuan masyarakat hukum maupun sebagai individu, oleh sebab itu tanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan desa tidak saja ditangan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa dan Perangkat Desa tetapi juga ditangan masyarakat desa yang bersangkutan;

b. bahwa untuk mengoptimalkan potensi partisipasi masyarakat desa perlu dibentuk wadah bagi berhimpunnya masyarakat dalam wadah lembaga kemasyarakatan sebagai mitra Pemerintah Desa dalam upaya membantu mendorong kemitraan Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, maka perlu ditetapkan dengan surak keputusan Kepala Desa.

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 13 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Djawa Tengah;

2. Undang-undang Nomor 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan ( Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-undang 31 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4844);

4. Undang – undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 nomor 126 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );

5. Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7 , Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 5495 );

6. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat;

8. Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan ( Lembaran Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 3 Tahu 2010 );

9. Peraturan Desa Karangtalun Nomor 3 Tahun 2019 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU :

Mengangkat Kepengurusan Rukun Tetangga ( RT ) dan Rukun Warga ( RW ) di Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan satu kesatuan dengan keputusan ini.

KEDUA :

Kepengurusan RT dan RW sebagaimana dimaksud Diktum Kesatu mempunyai tugas sebagai berikut :

a. Meningkatkan pelayanan masyarakat ;

b. Pemeliharaan keamanan , ketertiban dan kerukunan hidup antar warga ;

c. Pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat ;

d. Penggerak swadaya gotong – royong dan partisipasi masyarakat di wilayahnya .

KETIGA :

Semua biaya yang timbulakibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APB Desa ) dan swadaya masyarakat.

KEEMPAT :

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Karangtalun
Pada Tanggal : 09 Juli 2019

KEPALA DESA KARTANGTALUN

HERU CATUR WIBOWO

SALINAN , Keputusan ini disampaikan Kepada :

1. Yth. Camat Bobotsari

2. Yth. Se Pengurus RT dan RW

SUSUNAN KEPENGURUSAN RUKUN TETANGGA (RT) DESA KARANGTALUN KECAMATAN BOBOTSARI MASA BHAKTI 2019 S/D 2024

Attention: The internal data of table “12” is corrupted!

SUSUNAN KEPENGURUSAN RUKUN WARGA (RW) DESA KARANGTALUN KECAMATAN BOBOTSARI MASA BHAKTI 2019 S/D 2024

Attention: The internal data of table “13” is corrupted!

Jadwal Perlombaan Kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 Desa Karangtalun

DIRGAHAYU INDONESIA KE 74, SDM UNGGUL INDONESIA MAJU

logo-baru-hut-ri-2

Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, merupakan salah satu hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus, semua orang di seluruh Indonesia merayakan hari kemerdekaan dengan meriah dan penuh sukacita. Selain upacara bendera, masih banyak rangkaian acara untuk menyambut dan memeriahkan hari jadi Indonesia, misalnya saja macam-macam lomba 17 Agustus. Hampir semua daerah bahkan di setiap pedusunan, selalu mengadakan lomba untuk menyambut hari kemerdekaan. Tidak hanya untuk sekedar bersenang-senang saja, ternyata banyak sekali makna atau manfaat lomba 17 agustus yang bisa didapat, antara lain:

1. Untuk mengenang jasa para pahlawan
Hasil dari perjuangan para pahlawan adalah kehidupan masyarakan Indonesia sekarang ini. Masyarakat Indonesia sekarang dapat bebas tertawa, bermain dan melakukan semua yang diinginkan tanpa dibayangi rasa takut akan penjajah. Dengan adanya lomba 17 Agustus, dapat menjadi pengingat bahwa Indonesia pernah dijajah dan telah dibebaskan oleh para pahlawan pejuang kemerdekaan.

2. Merayakan kemerdekaan Indonesia
Di samping untuk mengenang jasa para pahlawan, tentunya lomba 17 Agustus juga digunakan sebagai perayaan hari jadi Indonesia setiap tahunnya. Setelah semua jasa pahlawan yang telah gugur, kemerdekaan Indonesia selalu dirayakan dengan bersuka cita.

3. Meningkatkan kebersamaan dan persatuan
Momen lomba 17 Agustus adalah salah satu momen dimana semua masyarakat berkumpul baik sebagai panitia, peserta lomba maupun penonton dengan rukun. Manfaat hidup rukun bisa didapatkan karena semua masyarakat dari berbagai ras, agama maupun suku bercampur baur menjadi satu dalam perlombaan.

4. Melatih kerjasama tim dan kekompakan
Ada beberapa jenis lomba 17 Agustus yang dimainkan oleh beberapa orang dalam satu tim, misalnya saja lomba tarik tambang. Hal ini menjadi salah satu makna lomba 17 agustus, karena untuk mencapai kemenangan sangat dibutuhkan manfaat teamwork dengan kerjasama dan kekompakan dari semua anggota tim.

5. Meningkatkan rasa cinta kepada tanah air
Perlombaan yang dilakukan saat hari kemerdekaan biasanya mengambil manfaat permainan tradisional, seperti lomba balap bakiak, balap karung dan lomba tradisional lain yang menyenangkan. Selain lomba yang menyenangkan, perayaan 17 Agustus yang selalu meriah pastinya akan meningkatkan rasa cinta anak-anak maupun dewasa pada Indonesia.

6. Melatih rasa percaya diri
Ikut serta dalam perlombaan tentunya dibutuhkan keberanian karena akan menjadi pusat perhatian penonton perlombaan. Sehingga dengan ikut serta pada lomba 17 Agustus dapat menjadi ajang untuk melatih kepercayaan diri, terutama untuk anak-anak kecil.

7. Memicu semangat dan keaktifan
Selain membutuhkan kekompakan, untuk bersaing dengan peserta lain pada saat lomba juga membutuhkan semangat dan manfaat tidak putus asa. Di samping itu, dengan mengikuti lomba 17 Agustus juga merupakan salah satu bentuk keaktifan seseorang di dalam kehidupan masyarakat.

8. Melatih sportivitas
Setiap perlombaan selalu ada kemenangan dan kekalahan. Untuk anak-anak yang masih belum begitu mengerti, mengikuti lomba juga dapat digunakan untuk melatih diri agar dapat menerima kekalahan. Menerima kekalahan merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan manfaat berpikiran positif, sehingga anak lebih lapang dada jika menghadapi kekecewaan.

Adanya perlombaan 17 Agustus menjadi salah satu momen dimana seluruh masyarakat Indonesia bersatu tanpa adanya perselisihan maupun perpecahan. Jadi perlombaan 17 Agustus ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan saja, namun banyak sekali makna dibalik manfaat lomba 17 agustus yang bisa didapatkan. Demikian ulasan mengenai beberapa manfaat perlombaan pada saat perayaan 17 Agustus untuk persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

Berikut ini Jadwal Perlombaan Kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 Desa Karangtalun :

1. Sepak Bola Antar RW
– RW 01 VS RW 04 – Senin 5 agustus 2019
– RW 03 VS RW 06 – Senin 5 agustus 2019
– RW 02 VS RW 07 – Selasa 6 agustus 2019
– RW 05 VS Bye – Selasa 6 agustus 2019
– Semi Final – Rabu 7 agustus 2019
– Final – Kamis 8 agustus 2019

*Tempat : Lapangan olah raga Somakrida Desa Karangtalun

Keterangan :
– 1 tim terdiri dari 14 pemain, 7 pemain inti dan 7 pemain cadangan
– Pergantian pemain maksimal 5 orang pemain
– Usia pemain bebas
– Pertandingan dimulai pukul 16.00 WIB
– Hadir 15 menit sebelum pertandingan dimulai

2. Bola Voli Putri Antar RW
– RW 03 VS RW 05 – Jumat 9 agustus 2019
– RW 01 VS RW Bye – Jumat 9 agustus 2019
– RW 02 VS RW 06 – Sabtu 10 agustus 2019
– RW 07 VS RW 4 – Sabtu 10 agustus 2019

*Tempat : Lapangan olah raga Somakrida Desa Karangtalun

Keterangan :
– 1 tim terdiri dari 10 pemain, 6 pemain inti dan 4 pemain cadangan
– Pertandingan dimulai pukul 16.00 WIB
– Hadir 15 menit sebelum pertandingan dimulai

3. Sepak Bola Antar Dusun
– Dusun Sikadut VS Dusun Karangtalun – Selasa 13 agustus 2019
– Dusun Karangtalun VS Dusun Karangklesem – Rabu 14 agustus 2019
– Dusun SIkadut VS Dusun Karangklesem – Kamis 15 agustus 2019

*Tempat : Lapangan olah raga Somakrida Desa Karangtalun

Keterangan :
– 1 tim terdiri dari 18 pemain, 11 pemain utama dan 7 cadangan
– Usia minimal 35 tahun
– Pertandingan dimulai pukul 16.00 WIB
– Hadir 15 menit sebelum pertandingan dimulai

4. Tarik Tambang Perempuan Antar RT
– RT 02/02 VS RT 01/01
– RT 03/05 VS RT 01/02
– RT 01/06 VS RT 03/03
– RT 04/05 VS RT 01/03
– RT 02/06 VS RT 05/01
– RT 01/04 VS RT 03/02
– RT 03/04 VS RT 03/05
– RT 03/06 VS Bye
– RT 03/07 VS RT 02/01
– RT 03/03 VS RT 01/05
– RT 02/05 VS RT 04/06
– RT 05/06 VS RT 02/03
– RT 01/07 VS RT 04/02
– RT 02/07 VS RT 04/03
– RT 03/07 VS Bye

*Waktu : Jumat 16 agustus 2019
*Tempat : Lapangan olah raga Somakrida Desa Karangtalun

Keterangan :
– 1 tim terdiri dari 5 pemain
– Pertandingan dimulai pukul 16.00 WIB
– Hadir 15 menit sebelum pertandingan dimulai

5. Karnaval Antar RT dan Organisasi desa lainnya

*Waktu : Minggu 25 agustus 2019
*Tempat : Lapangan olah raga Somakrida Desa Karangtalun

Keterangan :
– 1 tim terdiri minimal 20 orang
– Mengumpulkan takir sesuai jumlah peserta yang ikut karnaval, dikumpulkan dilapangan sebelum acara dimulai
– Start didepan balai desa karangtalun dimulai pukul 07.30 WIB
– Rute : Balai Desa Karangtalun, Dusun Karangklesem, Dukuh Nagasantri, Dukuh Bak/Karang Ubeng, Dukuh Baru Sikadut, Dusun Sikadut, Finish Lapangan
– Pengumuman pemenang lomba dan pemberian hadiah
– Hiburan

Dok baru 2019-08-07 12.51.20_1

Musyawarah Pembaruan Pengurus Karang Taruna Desa Karangtalun Periode Tahun 2019-2024

DSC00976
Pemuda hari ini adalah pemimpin di hari esok. Seperti itulah kata yang  tepat untuk menjelaskan sosok pemuda. Semangat, kreatifitas, dan kecepatan berfikir, itulah tiga hal berpotensi yang dimiliki oleh setiap pemuda. Sehingga wajar peran mereka sangat dinantikan bagi masyarakat.

Di Desa, pemuda diharapkan tidak hanya berpangku tangan tetapi diharapkan bersama sama terlibat dalam pembangunan di Desa terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat desa, juga terlibat untuk mendorong masyarakat dalam kegiatan pembangunan Desa.

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan . Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga di mana telah pula diatur tentang struktur penggurus dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART nya diatur keanggotaannya mulai dari pemuda/i berusia mulai dari 11 – 45 tahun) dan batasan sebagai Pengurus adalah berusia mulai 17 – 35 tahun.

Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian.

DSC00975DSC00972

Pada tanggal 25 juni 2019 telah di Musyawarahkan Pembentukan Karang Taruna Desa Karangtalun Periode Tahun 2019-2024 yang di hadiri oleh Kepala desa Karangtalun Bpk. HERU CATUR WIBOWO ,Perangkat desa karangtalun ,Ketua umum karang taruna periode tahun 2014-2019 yang masa baktinya telah habis(Bpk. Karyono) ,serta di hadiri sekitar 60 pemuda, perwakilan dari masing-masing dusun yaitu Dusun 1 Sikadut, Dusun 2 Karanglesem, Dusun 3 Karangtalun.

Adapun masing-masing dusun mencalonkan 1 kandidat sebagai calon ketua yaitu:

Dusun 1 : Ikhlas Ade Windi Saputra

Dusun 2 : Dwi Antoro

Dusun 3 : Rizki Nur Hidayat

dari masing-masing kandidat dipilih melalui cara voting, dari hasil voting dan persetujuan peserta rapat maka terpilihlah ketua baru yaitu Ikhlas Ade Windi Saputra, dan Dwi Antoro, Rizki sebagai wakil ketua

Selanjutnya menentukan pengurus yang lain dengan hasil dibawah ini :

Adapun susunan pengurus karang taruna Desa Karangtalun sebagai berikut:

1. Ketua : Ikhlas Ade Windi Saputra

2. Wakil Ketua 1 : Dwi Antoro

3. Wakil Ketua 2 : Rizki Nur Hidayat

4. Sekertaris 1 : Kurniati

5. Sekertaris 2 : Renanggal

6. Bendahara 1 : Farah Nafi Safitri

7. Bendahara 2 : Ridwan Maulana

 

Selain pengurus inti, juga dilengkapi beberapa bidang yaitu :

1. Seksi pendidikan dan pelatihan : Dian Wiliana, Wahyu Adi, Muhammad Yudi Santosa

2. Seksi usaha kesejahteraan sosial : Wayan Putu Wiyadi, Eka Rahayu, Vina Nur Kholifah

3. Seksi kelompok usaha : Didik Triogo, Doni Tri Handoko, Tri Nur Cahyaningsih

4. Seksi kerohanian & pembinaan mental : Hanifah Soma Padya, Aprilia Dena Utami, Aldi Nurohman

5. Seksi Olahraga & seni budaya : Nur Kholik, Sigit Supangat, Dea Setiani, Ikbal Hamdani, Arafn Hidayat, Hilaludin Maarif, Cahyo Suprianto, Fajar Septiawan, Savela Mala Putri

6. Seksi lingkungan hidup : Andreas, Ihya ulumudin, Samsiah istiqomah

7. Seksi humas dan kemitraan : Nur apri pratama, Yunita sifa fauzia, Restu prayoga, Gilang rahwanto, Dimas ariansah, Laely nur isnaeni

Pembukaan Festival Film Purbalingga 2019 di Desa Karangtalun

festival film purbalingga
Festival Film Purbalingga (FFP) dengan program Layar Tanjlebnya menghadirkan banyak cerita. Perjalanan dari satu desa ke desa lainnya untuk memberikan pengalaman sinema kepada masyarakat pedesaan membawa segudang drama yang menarik untuk diceritakan.

Pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2019  pukul 19:30 di Desa Karangtalun, Kec. Bobotsari, Purbalingga

FFP adalah program festival tahunan CLC Purbalingga selain diseminasi, perpustakaan, dan dialog kebudayaan, yang diaplikasikan dalam bentuk workshop (penulisan, pembuatan film, dsb), diskusi, pemutaran film regular, dan banyak lainnya, yang ditujukan untuk membangun budaya baru menonton film bagi masyarakat Purbalingga dan Banyumas Raya pada umumnya, serta sebagai ruang laboratorium pendidikan dengan film sebagai media penyampai.

FFP adalah sebuah ruang dialog melalui media film baik dalam konteks kekaryaan, maupun aspek lainnya; transformasi nilai dan pendidikan, identitas lokal, dan narasi keseharian masyarakat. FFP menjadi ruang pengembangan bibit (remaja – pemula) untuk mengekspresikan pendapatnya melalui media film.

PROGRAM

Program FFP terbagi dalam 3 pilar utama;

Layar Tanjleb

Selama tiga minggu penuh, FFP berkeliling desa-desa seantero 5 kabupaten di Banyumas Raya; Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Kurang-lebih 20 desa disambangi tiap tahunnya, melibatkan langsung kelompok di desa tersebut untuk mengelola program Layar Tanjleb di desa mereka masing-masing. Pada program ini diputar film Indonesia panjang serta pendek.

Kompetisi Film Pendek Pelajar

Kompetisi film pendek fiksi dan dokumenter yang didedikasikan bagi pelajar SMA di Purbalingga dan Banyumas Raya. Kompetisi ini merupakan ruang diseminasi yang melahirkan talenta-talenta baru tiap tahun. Film pendek Purbalingga yang telah meraih penghargaan lahir dari kompetisi FFP.

Pemutaran film non kompetisi

Program ini dihadirkan sebagai program dukungan untuk memperluas horison pengetahuan sinema bagi masyarakat Purbalingga dan Banyumas Raya. Salah satu program utama adalah program film untuk Anak.

Kedua program diatas dihadirkan pada minggu terakhir di kota Purbalingga, diiringi dengan program tambahan seperti diskusi dan workshop.

ffp

Berikut jadwal Festival Film Purbalingga :
6 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Pembukaan Festival Film Purbalingga 2019
Tempat : Desa Karangtalun, Kec. Bobotsari, Purbalingga

8 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Karanggintung, Kec. Sumbang, Banyumas

9 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Kampung Maen, Desa Rempoah, Kec. Baturraden, Banyumas

10 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Lodra Jaya, Desa Winong, Kec. Bawang, Banjarnegara

12 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Kedungpuji, Kec. Gombong, Kebumen

13 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Gombong, Kec. Gombong, Kebumen

15 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Gombolharjo, Kec. Adipala, Cilacap

16 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Sitinggil, Desa Rawajaya, Kec. Bantarsari, Cilacap

17 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Sambirata, Desa Wanogara Kulon, Kec. Rembang , Purbalingga

19 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat :Desa Pagerandong, Kec. Kaligondang, Purbalingga

20 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 20:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Condong,Kec. Kertanegara, Purbalingga

21 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Rumah Wayang, Desa Selakambang , Kec. Kaligondang, Purbalingga

22 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Banjarsari, Kec. Bobotsari, Purbalingga

24 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Gemuruh, Kec. Bawang, Banjarnegara

25 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Talagening , Kec. Bobotsari, Purbalingga

26 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Binangun, Kec. Mrebet, Purbalingga

27 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Banjaran, Kec. Bojongsari, Purbalingga

28 Juli 2019
Pukul : 19:30 – 22:00 WIB
Acara : Layar Tanjleb
Tempat : Desa Serayu Larangan, Kec. Mrebet, Purbalingga

 

BPD KARANGTALUN SELENGGARAKAN MUSDES PERENCANAAN 2018

BPD KARANGTALUN SELENGGARAKAN MUSDES PERENCANAAN 2018

musdes17

KARANGTALUN———Lagu Indonesia Raya mengawali acara Musyawarah Desa (Musdes) untuk penyusunan RKPDes 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Karangtalun, pada Rabu 15 Nopember 2017 pukul 09.00 Wib di Aula Balai Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga.
Musdes dihadiri oleh  Ketua BPD dan anggota ,Kepala Desa beserta Perangkat,Pendamping Desa,Pendamping Lokal Desa ,LKMD, Ketua RW/RT,PKK dan Tokoh Masyarakat.
Acara dibuka oleh Ketua BPD Desa Karangtalun Kamad dan mengungkapkan, pelaksanaan Musdes bertujuan untuk menjadi dasar pijakan melaksanakan pembangunan desa.
Dalam paparanya Pj. Kepala Desa Karangtalun Gunawan,BA melalui Musdes ini peserta musyawarah bisa memberikan usulan yang sudah tertuang dalam RPJMDes, sehingga mendapat kesepakatan dalam menentukan prioritas dalam melakukan pembangunan desa. jadi kita harus dahulukan apa yang menjadi prioritas dan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

musdes17.
Untuk Musdes penyusunan RKP Des 2018, Gunawan,BA juga menegaskan agar setiap perwakilan masyarakat desa yang hadir pada Musdes mengerti soal kebutuhan masyarakat, sehingga setiap usulan yang disampaikan merupakan prioritas pembangunan tahun 2018 ” jelas Kades.
Di akhir acara Diah Restiyani selaku Pendamping Desa mengajak semua unsur yang terkait saling bersinergi untuk membangun desa dan usulan pihak pihak terkait nanti agar mendahulukan yang paling diperlukan masyarakat (prioritas).
Untuk pembangunan infrastruktur kita harus prioritaskan hal yang sangat mendesak dan yang bersentuhan dengan masyarakat langsung. Kita harus menjaga apa yang telah dibangun oleh pemerintah desa melalui DD , karena kedepannya kita belum tahu apakah ada nantinya dana dari pusat. Sebab, jika pemimpin kita berganti kebijakan bisa saja berubah. Oleh karena itu mari kita sama-sama menjaganya,” terang Diah Restiyani.
(Admin : Sobirin)

IRAMA GEJOG MEMERIAHKAN HUTRI KE 72 DI KARANGTALUN

IRAMA GEJOG MEMERIAHKAN HUTRI KE 72 DI KARANGTALUN

gejog

KARANGTALUN————-Thek-thok-thek-thok itulah suara tabuhan musik yang harmonis dihasilkan justru bukan dari sebuah alat musik. Alunan musik yang semarak ini dihasilkan oleh alat pemisah padi dengan kulitnya,  seolah menghasilkan harmonisasi yang unik. Pukulan yang dihasilkan oleh alu, sebuah kayu panjang untuk menumbuk padi, juga lesung, rongga kayu berbentuk seperti perahu panjang sebagai tempat padi yang ditumbuk, seni ini dinamakan gejog lesung, ini dilaksanakan dalam rangka untuk memeriahkan HUTRI ke 72 tahun 2017 di RW. VII Desa Karangtalun.

Gejog lesung merupakan permainan musik tradisional yang menggunakan alat pertanian Permainan gejog lesung sudah ada di kalangan petani sejak lama, kesenian ini juga kerap digunakan sebagai pengisi waktu luang para petani setelah seharian bekerja menumbuk padi. Gejog lesung dulunya memang digunakan oleh masyarakat sebagai alat untuk memisahkan padi dari tangkai dan kulitnya. Padi yang kering dimasukkan dalam lesung, kemudian ditumbuk dengan alu sehingga menimbulkan irama. Namun setelah berkembangnya alat penggiling padi yang semakin modern, maka gejog lesung saat ini berkembang menjadi kesenian musik tradisional.

Kesenian tradisional yang masih dapat ditemukan di desa-desa ini dimainkan secara beramai-ramai, terdiri dari lima atau enam orang yang menumbuk lesung. Gejog lesung dikenal hadir membawa keceriaan sejak dahulu. Permainan musik akustik petani ini dulunya juga kerap dimainkan saat malam bulan purnama, atau yang dikenal masyarakat sebagai malam terang bulan. Musik ini dipakai sebagai hiburan dan pengiring keceriaan anak-anak yang sedang bermain di halaman rumah.

Meski belum bisa dipastikan sejak kapan kebiasaan tabuhan lesung ini dimulai, namun konon, tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Namun esensinya kini telah berubah. Tak lagi terkait dengan mitos ataupun kepercayaan masyarakat, namun lebih pada fungsi hiburan, sebagai kesenian musik tradisional sekaligus sebagai upaya pelestarian seni dan tradisi.

PENGLEPASAN SISWA SISWI SD N 1 DAN 2 KARANGTALUN

PENGLEPASAN SISWA SISWI SD N 1 DAN 2 KARANGTALUN

sd

KARANGTALUN——— Acara Pengelepasan merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun, pada rabu, 24 Mei 2017 telah dilaksanakan kegiatan Penglepasan Siswa Siswi Kelas VI SD Negeri 1 dan 2 Karangtalun Kecamatan Bobotsari bertempat di Aula Balai Desa Karangtalun , kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas VI SD Negeri 1 sejumlah 17 anak dan SD Negeri 2 sejumlah 26 anak, seluruh orang tua/wali dari siswa kelas VI, pengurus komite sekolah, dan sejumlah tamu undangan. Kegiatan penglepasan tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu diselenggarakan bersama-sama antara SD N 1 dan SD N 2 .

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan Sambutan Ketua Panitia oleh Bpk. Karyono, dari wali siswa oleh Ibu Turinah, penampilan kelompok paduan suara dari SD N 1, Tauziyah oleh Ananda Nadia Nur Barokah dari SD N 2 dengan tema Puasa,serta kata-kata penglepasan oleh Ananda Herlina Safiri dari SD N 1 Karangtalun, penampilan beberapa atraksi dan kesenian dari perwakilan masing-masing SD.

sd-1

Pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas bantuan kepada siswa yang untuk menunjang dan meningkatkan mutu pendidikan agar anak menjadi pintar. Diantara sifat anak –anak adalah masih senang bermain, untuk itu bagaimana orang tua agar bisa menjadi teladan karena tingkah laku anak adalah rekaman dari orang tua dan watak anak 30 % dari kandungan dan 70 % dari lingkungan demikian unkap Ibu Siti Maemunah SPd.SD Kepala SD N 2 saat memberikan sambutan.

Ketua Komite SD N 2 Bapak Sutojo sekaligus mewakili Ketua Komite SD N 1 memberikan sambutan mengawali tahun ini kegiatan penglepasan diselenggarakan dengan bersama-sama, tapi semoga kegiatan lain juga bisa dilakukan. Penglepasan menandakan telah selesai menempuh pendidikan dasar tapi kami mohon kepada orang tua agar jangan berherti disini tentunya untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, imbuh Bapak Sutojo.
Hal yang menarik dalam acara Penglepasan Siswa Kelas VI tersebut adalah tampilnya para guru di atas panggung hiburan yang diiringi organ tunggal.
( Editor / Admin : Sobirin )

PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN PERANGKAT DESA BERJALAN LANCAR

PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN PERANGKAT DESA BERJALAN LANCAR

 

pelantikan

 

KARANGTALUN. Pemerintah Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu 20 Mei 2017 melaksanakan Pengambilan sumpah dan pelantikan / pengukuhan kembali perangkat desa di aula Balai Desa Karangtalun yang dihadiri oleh Camat Bobotsari,unsur Forkompincam,Kepala Desa beserta Perangkat, Ketua dan Anggota BPD,LKMD,Ketua RW dan RT, Ketua TP PKK beserta pengurusnya serta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya Kepala Desa Karangtalun Bambang Supriyanto,SH menyampaikan Pelaksanaan pelantikan ini merupakan rangkaian kegiatan penataan Perangkat Desa Karangtalun sebagai salah satu wujud pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 15 tahun 2015 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Pemerintaha desa yang telah ditindaklanjuti dengan penetapan Peraturan Desa Karangtalun Nomor 02 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa dengan kesepakatan Badan Permusyaratan Desa (BPD) Desa Karangtalun.
Sementara itu, Camat Bobotsari, Drs H. Harsono dalam sambutannya menyampaikan desa Karangtalun adalah yang pertama melaksanakan Pelantikan Perangkat Desa dalam wilayah Kecamatan Bobotsari. Perangkat desa yang baru saja diambil sumpahnya dan dilantik / dikukuhkan bukan bertanggung jawab secara formal saja akan tetapi juga ada pertanggungjawaban kepada Allah SWT. Untuk itu Perangkat Desa harus lebih memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai komitmen dalam melaksanakan tugas dan dapat bersinergi dengan unsur kelembagaan yang ada.
Perangkat Desa harus mempunyai kecerdaan, ketrampilan , inovasi , kreatif dan gagasan yang cemerlang demikian imbuh Camat Bobotsari.
( Editor / Admin : Sobirin)

PEMDES KARANGTALUN SELENGGARAKAN MUSDES RASTRA, SOSIALISASI ADD DAN DD

PEMDES KARANGTALUN SELENGGARAKAN MUSDES RASTRA, SOSIALISASI ADD DAN DD

sos-add-dd-2017

KARANGTALUN———-Sebagai tindak lanjut kegiatan di Pendopo Kabupaten Purbalingga, Pemerintah Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari menyelenggarakan Musyawarah Desa Beras Sejahtera (Rastra),Sosialisasi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada, Rabu 26 April 2017 bertempat di Aula Balai Desa. Hadir dalam acara tersebut Kasi Kesra Kecamatan,TKSK,Petugas PKH,Kepala Desa beserta Perangkat,Ketua BPD dan Anggota,Ketua LKMD dan Anggota,Ketua TP PKK dan Pengurus,Ketua RW dan RT,Tokoh Masyarakat serta Perwakilan dari penerima Rastra.

Berdasarkan daftar nama yang diterima desa Karangtalun Keluarga Penerima Manfaat program subsidi beras untuk rumah tangga sejumlah 324 penerima. Data penyaluran beras untuk rumah tangga miskin yang dinilai tidak tepat sasaran hanya bisa dimuktahirkan melalui musyawarah desa (musdes). Pasalnya, secara mekanisme, musdes memiliki kewenangan melakukan pergantian rumah tangga sasaran (RTS) untuk menghindari resiko penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Terkait mekanismenya, melalui musdes untuk menentukan daftar penerima manfaat (DPM)-1 berdasar usulan warga yang disetujui bersama. usulan yang disetujui ini, nantinya dituangkan dalam berita acara. Jadi pergantian RTS ada di musdes. Pihak kami, tidak memiliki wewenang untuk itu. Memang, data administratif kami pegang by name by address, untuk acuan pemberian kartu kendali ke RTS yang masuk dalam data, Peran sentral musdes sendiri, diterangkan Kepala Desa Karangtalun untuk mengakomodir dinamika masyarakat.
Jadi dengan Musdes ini selain untuk Update data terbaru juga untuk menetapkan penerima Rastra sesuai ketentuan.

Di tahun 2017 ini desa Karangtalun menerima kucuran dana yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 415.615.000,- dan Dana Desa (DD) sebesar Rp. 872.099.000,- yang peruntukanannya mengacu pada RKPDes dan APBDes. untuk itu Pemerintahan Desa harus dapat mempersiapkan prasyarat agar dapat dilakukan pencairan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa yaitu berupa dokumen-dokumen,sehingga dengan sosialisasi pada kesempatan ini adalah dalam rangka untuk mempersiapkannya, ungkap Kepala Desa Bambang Supriyanto,SH.

Seiring dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberi perubahan mendasar dalam sistem Pemerintahan Desa. Salah satunya, yaitu Desa juga memiliki kewenangan mangatur, mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, serta hak asal usul, atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam system pemerintah Negara Republik Indonesia.

Oleh sebab itu, salah satu konsekuensi logis yang merupakan penjabaran dari UU Desa adalah bagaimana Desa dapat mandiri, terutama dalam pengelolaan keuangan dan aset. Dengan kemandirian tersebut, Desa dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan kekuatan sendiri, karena kemandirian tidak hanya diukur dari kewenangan, tetapi juga bagaimana kewenangan dapat dilaksanakan menggunakan sumber daya yang dimiliki.

Adapun rencana penggunaan Alokasi Dana Desa adalah :
1. Bidang Pemerintahan       Rp. 349.981.000
2. Bidang Pembangunan       Rp.   34.140.000
3. Bidang Kemasyarakatan  Rp.    31.494.000
Sedangkan rencana penggunaan Dana Desa adalah :
1. Bidang Pembangunan       Rp. 798.799.000
2. Bidang Pemberdayaan     Rp.    73.300.000

Dari rencana tersebut nantinya akan dibuat surat keputusan penetapan kegiatan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa, sebagai pengelola kegiatannya adalah Kepala Desa membentuk Tim Pengelola Desa (TPD). (Editor/Admin : Sobirin)